1. Teori Perubahan Lippit
Lippit
ingin menunjukkan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mengadakan
pembaharuan.
Langkah-langkahnya meliputi:
1. Menentukan diagnosa terlebih dahulu pada masalah yang ada
2. Mengadakan penilaian terhadap motivasi dan kemampuan dalam perubahan
3. Melakukan penilaian terhadap motivasi pasien/agen dan sumber daya.
4. Memilih tujuan perubahan yang progresif
5. Menetapkan peran dari pembaharuan sebagai agen perubahan (pendidik, peneliti,
pemimpin)
6. Mempertahankan hasil dari perubahan yang telah dicapainya
7. Melakukan penghentian bantuan supaya harapan peran dan tanggungjawab
dapat tercapai secara bertahap
2. Teori Perubahan Kurt Lewin
Teori perubahan Lewin menjelaskan bahwa
seseorang yang akan mengadakan suatu perubahan harus memiliki konsep tentang
perubahan yang tercantum agar proses perubahan tersebut terarah dan mencapai
tujuan yang ada. Ia berkesimpulan bahwa kekuatan tekanan (driving forces) akan
berhadapan dengan penolakan (resistences)
untuk berubah. Perubahan dapat terjadi dengan memperkuat driving forces dan melemahkan resistences to change.
Tahapan
perubahan menurut Lewin antara lain :
1. Unfreezing ( Tahap Pencairan )
Pada tahap awal ini,
seseorang mencari sesuatu yang baru baik dari sisi nilai, sikap maupun
kepercayaan. Seseorang dapat mengadakan proses perubahan jika memiliki motivasi
yang kuat untuk berubah dari keadaan semula.
2. Changing ( Tahap Mengubah )
Pada tahap ini , Changing
merupakan langkah tindakan, baik memperkuat driving forces maupun memperlemah resistances. Bisa
dikatakan juga tahap menstabilkan norma-norma yang sudah ada.
3. Refreezing ( Tahap Pembekuan )
Pada tahap ini merupakan
tahap pembekuan di mana seseorang yang mengadakan perubahan telah mencapai
tahapan yang baru dengan keseimbangan yang baru.
4. Action Research ( Tahap Penelitian Tindakan )
Tahap penelitian tindakan
menjelaskan bahwa hasil penelitian yang ada langsung diaplikasikan ke
kegiatan-kegiatan yang ada. Kemudian, lebih fokus menaruh penelitian terhadap
suatu tindakan yang berfokus pada masalah yang nyata. Penelitian itu
dikembangakan dari pengetahun atau teori dan logat yang dapat di ambil.
3. Teori Perubahan Rogers E
|
Rogers
|
Menurut Rogers E, perubahan sosial adalah proses di mana suatu inovasi
dikomunikasikan melalui saluran tertentu dari waktu ke waktu antara anggota
suatu sistem sosial.
Langkah-langkah untuk
mengadakan perubahan menurut Rogers antara lain:
1. Tahap Awareness
Tahap awal yang
menyatakan bahwa untuk mengadakan perubahan diperlukan adanya kesadaran untuk
berubah.
2. Tahap Interest
Tahap ini menyatakan
untuk mengadakan perubahan harus timbul perasaan suka / minat terhadap
perubahan. Timbulnya minat akan mendorong dan menguatkan kesadaran untuk
berubah.
3. Tahap Evaluasi
Pada tahap ini
terjadi penilaian terhadap sesuatu yang baru agar tidak ditemukan hambatan
selama mengadakan perubahan.
4. Tahap Trial
Tahap ini merupakan
tahap uji coba terhadap hasil perubahan dengan harapan sesuatu yang baru dapat
diketahui hasilnya sesuai dengan situasi yang ada.
5. Tahap adoption
Tahapan terakhir
yaitu proses perubahan terhadap sesuatu yang baru setelah ada uji coba dan
merasakan ada manfaatnya sehingga mampu mempertahankan hasil perubahan.
Rogers juga membagi
karakter dari adopsi yaitu:
a. Relative advantage
b. Compatibility
c. Complexity
d. Trialability
e. Observability
Rogers dan sejumlah ilmuwan komunikasi lainnya
mengidentifikasi 5 kategori pengguna inovasi :
1. Innovators
Adalah kelompok orang
yang berani dan siap untuk mencoba hal-hal baru. Hubungan sosial mereka cenderung lebih erat dibanding kelompok
sosial lainnya.
2. Early Adopters
Kategori adopter seperti ini menghasilkan lebih banyak opini dibanding kategori lainnya,
serta selalu mencari informasi tentang inovasi.
3. Early Majority
Kategori pengadopsi
seperti ini merupakan mereka yang tidak mau menjadi kelompok pertama yang
mengadopsi sebuah inovasi. Sebaliknya, mereka akan dengan berkompromi secara
hati-hati sebelum membuat keputusan dalam mengadopsi inovasi, bahkan bisa dalam
kurun waktu yang lama.
4. Late Majority
Kelompok yang ini lebih berhati-hati mengenai fungsi
sebuah inovasi. Mereka menunggu hingga kebanyakan orang telah mencoba dan
mengadopsi inovasi sebelum mereka mengambil keputusan.
5. Laggards
Kelompok ini
merupakan orang yang terakhir melakukan adopsi inovasi. Mereka bersifat lebih tradisional, dan segan untuk mencoba hal hal baru. Kelompok ini
biasanya lebih suka bergaul dengan orang-orang yang memiliki pemikiran sama dengan mereka.
0 komentar:
Posting Komentar